Sunday, February 23, 2014

Batuan Piroklastik

Pengertian

Batuan Piroklastik adalah batuan vulkanik klastik yang dihasilkan oleh serangkaian proses yang berkaitan dengan letusan gunungapi. Material penyusun tersebut terendapkan dan terbatukan/terkonsolidasikan sebelum mengalami transportasi (reworked) oleh air atau es (William, 1982). Pada kegiatannya batuan hasil kegiatan gunungapi dapat berupa aliran lava sebagaimana diklasifikasikan dalam batuan beku atau berupa produk ledakan/eksplosiv dari material yang bersifat padat, cair ataupun gas yang terdapat dalam perut gunung.
A.    Struktur
Seperti halnya batuan volkanik lainnya, batuan piroklastik mempunyai struktur vesikuler, scoria dan amigdaloidal. Jika klastika pijar dilemparkan keudara dan kemudia terendapkan dalam kondisi masih panas, berkecenderungan mengalami pengelasa antara klastika satu dengan lainnya. Struktur tersebut dikenal dengan pengelasan atau welded. Struktur Batuan Piroklastik yang lain adalah :
    1.     Masif : Batuan masif bila tidak menunjukan struktur dalam.
    2.     Laminasi : Perlapisan dan struktur sedimen yang mempunyai ketebalan kurang dari 1 cm.
    3.     Berlapis : Perlapisan dan struktur sedimen yang mempunyai ketebalan lebih dari 1 cm.
B.     Tekstur
Cara pendiskripsian tekstur batuan piroklastik hampir sama dengan batuan sedimen klastik, tetapi yang membedakan adalah Ukuran Butir yang disesuaikan untuk mencari nama batuan piroklastik tersebut.
1.      Ukuran Butir Pada Piroklastik
Tabel .  Ukuran Butir Pada Batuan Piroklastik
Ukuran Butir
Nama Klastika Pijarnya
Keterangan

256 – 64 mm

Bom
Membulat

Blok
Meruncing
64 – 2 mm
Lapilus

2 – 0,04 mm
Debu
Kasar

Halus



Ukuran butir pada piroklastika tersebut merupakan salah satu criteria untuk menamai batuan piroklastik tanpa mempertimbangkan cara terjadi endapan piroklastik tersebut.  Adatiga cara kejadian endapan piroklastik:
Ø  Piroklastik jatuhan adalah : Pengendapan yang dikarenakan gaya beratnya dikenal dengan. Jenis piroklastik ini biasanya terjadi disetiap gunung api. Struktur dan teksturnya menyerupai batuan endapan.
Ø  Piroklastik aliran dan piroklastik hembusan adalah : kelompok piroklastik yang lain adalah.
2.      Derajat pembundaran
Kebundaran adalah nilai membulat atau meruncingnya bagian tepi butiran pada batuan sedimen klastik sedang sampai kasar. Kebundaran dibagi menjadi :
a.       Membundar sempurna (well rounded), hampir semua permukaan cembung.
b.      Membundar (rounded), pada umumnya memiliki permukaan bundar, ujung-ujung dan tepi butiran cekung.
c. Agak membundar (subrounded), permukaan umumnya datar dengan ujung-ujung yang memmbundar.
d.      Agak menyudut (subangular), permukaan datar dengan ujung-ujung yang tajam.
e.       Menyudut (angular), permukaan kasar dengan ujung-ujung butir runcing dan tajam.
3.      Derajat Pemilahan (Sortasi)
Pemilahan adalah keseragaman ukuran besar butir penyusun batuan endapan / sedimen. Dalam pemilahan dipergunakan pengelompokan sebagai berikut :
a.     Terpilah baik (well sorted). Kenampakan ini diperlihatkan oleh ukuran besar butir yang seragam pada semua komponen batuan sedimen.
b.       Terpilah buruk (poorly sorted). Merupakan kenampakan pada batuan sedimen yang memiliki besar butir yang beragam dimulai dari lempung hingga kerikil atau bahkan bongkah.
c.    Selain dua pengelompokan tersebut adakalanya seorang peneliti menggunakan pemilahan sedang untuk mewakili kenampakan yang agak seragam.
4.      Kemas (Fabric)
-       Kemas terbuka : Butiran tidak saling bersentuhan
-       Kemas tertutup : Butiran saling bersentuhan satu dengan yang lainnya.

C.    Komposisi Batuan Piroklastik
Komposisi batuan piroklastik dibadi menjadi empat bagian yaitu menurut kandungan : Mineral-mineral sialis, Mineral ferromagnesian, Mineral tambahan, dan Mineral ubahan.
1.      Mineral-mineral Sialis, Mineral-mineral sialis terdiri dari :
a.       Kuarsa (SiO2), ditemukan hanya pada batuan gunung api yang kaya kandungan silica atau bersifat asam.
b.      Feldspar, baik alkali maupun kalsium feldspar (Ca).
c.       Feldspatoid, merupakan kelompok mineral yang tejadi jika kondisi larutan magma dalam keadaan tidak atau kurang jenuh silica.
2.      Mineral Ferromagnesian, Merupakan kelompok mineral yang kaya kandungan Fedan Mg silikat yang kadang-kadang disusul oleh Ca silikat. Mineral tersebut hadir berupa kelompok mineral :
a.       Piroksen, mineral penting dalam batuan gunung api.
b.      Olivine, merupakan mineral yang kaya akan besi dan magnesium dan miskin silica.
c.       Hornblende, biasanya hadir dalam andesit.
d.      Biotit, merupakan mineral mika yang terdapat dalam batuan volkanik berkomposisi intermediet hingga asam.
3.      Mineral Tambahan, Yang sering hadir adalah ilmenit dan magnetit. Keduanya merupakan mineral bijih. Selain itu sering kali didapati mineral senyawa sulfide atau sulfur murni.
4.      Mineral Ubahan, Dalam batuan piroklastik mineral ubahan seringkali muncul saat batuan terlapukan atau terkena alterasi hdrotermal. Mineral tersebut seperti : Klorit, epidot, serisit, limonit, montmorilonit, lempung, dan kalsit.

Tabel . Komposisi mineral batuan piriklastik
Ukuran Butir (mm)

Bentuk Butir
Nama Klastika
Nama Endapan Piroklastik
Belum Terbatukan
Terbatukan
64 – 256
Membulat
Bom
Tepra bom
Aglomerat
Runcing
Blok
Tepra blok
Breksi piroklastik
2 – 64

Lapilus
Tepra lapili
Batu lapili
0,04 – 2

Debu kasar
Debu kasar
Tuff kasar

Debu halus
Debu halus
Tuff halus

7 comments:

  1. bagus-bagus :-)
    terimakasih kak

    ReplyDelete
  2. sama-sama.... semoga bermanfaat...

    ReplyDelete
  3. Jadi sebenernya piroklastik ini termasuk batuan beku atau bukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan, mau bagaimana pun piroklastik tetep masuk ke batuan sedimen :D

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete